nusakambangan, 11 mei 2007
Nusa Kambangan, sebuah pulau di Jawa Tengah, lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia. Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap. Selama ini gak pernah kepikiran bakal bisa berkunjung ke pulau Nusakambangan. Ide tsb terlontar begitu saja dari seorang rekan yang akan pulang kampung ke Purwokerto saat berusaha memberi gw ide untuk liburan panjang 2 minggu yang lalu. Dengan terbelalak semangat, gw lsg samber dengan 'why not' dan si pelontar ide gelagapan dengan ide-nya sendiri. Ternyata dari dulu dia juga pengen ke Nusakambangan, tapi belum nemu cara pergi kesana. Dengar-dengar siy, pulau tersebut dibuka untuk tujuan wisata oleh pemda Cilacap. Namun apa masih??
Seorang rekan kerja yang lain manggut-manggut mendengar ide tersebut. Kebetulan pekerjaan beliau banyak bersangkutan dengan per-lapas-an. Tak disangka tak dinyana beliau lsg angkat telpon dan menghubungi salah satu KaLapas Nusakambangan untuk mencari informasi. Ternyata ada hubungan pertemanan antara beliau dan Kalapas tsb, dari salah satu training 'whatever' yang dikerjakannya. Benar saja, pulau Nusakambangan sekarang sudah ditutup untuk umum. Nusakambangan memang pernah dipromosikan dan dibuka untuk tujuan wisata oleh pemda setempat, namun semenjak terdampak oleh tsunami tahun lalu, pulau tersebut kembali ditutup untuk umum. Maka selain pegawai Lapas, keluarga pegawai Lapas atau keluarga warga binaan Lapas, kunjungan ke pulau ini harus mendapat ijin khusus kunjungan sebelum dapat menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan Wijayapura di Cilacap.
Wah, jadi bgmana dong, gw bertanya serasa ia menyudahi telpon nya kepada Kapalapas sambil senyum senyum usil. Ia melipat tangan sambil berkata, ah beres.... as long as you do me a little favour.... we'll find away for you both to go. Aih... senangnyaa...... dengan sedikit surat menyurat resmi, akhirnya liburan panjang 2 minggu kemarin dilewatkan di Lapas Kelas II Besi khusus Narkotika di pulau Nusakambangan dengan embel-embel survei kesehatan. On 'D' day, kami diwanti wanti untuk lapor ke petugas di penyebrangan Wijayapura di Cilacap pukul 7 pagi (which means pukul 5 pagi dr Purwokerto, halah niatnya...). Penyebrangan hanya dapat dilakukan oleh kapal khusus: Pengayom, yang sehari-hari membawa karyawan Lapas yang tinggal di Cilacap ke Nusakambangan. Saat laporan kepada petugas yang jaga, sempat di setrap di luar karena ternyata dia gak pegang order ada tamu dari Jakarta (untung mas2xnya lumayan manis dengan efek seragam, jadi gw betah dah ngeliatin dia, qiqiqiqiq...). Namun saat kapal Pengayom merapat di Wijayapura, seseorang turun dan melapor mengaku di utus oleh Kalapas besi untuk menjemput kami.
Akhirnya kami pun diijinkan menyebrang naik Pengayom. Jangan membayangkan penyebrangan membelah laut, karena ini hanya membelah selat yang lebar nya seperti sungai saja. Wong pulau nya keliatan bener di depat mata dari penyebrangan di Cilacap. Hanya memakan waktu kurang dr 10 menit, kami tiba di pulau Nusakambangan dan lsg di escort menuju Lapas Kelas II Besi khusus Narkotika untuk melakukan survei kesehatan.
Jadi, apakah Nusakambangan seseram bayangan kita? Ternyata tidak juga. Sama saja seperti pulau2x yang lain. Kebetulan saja Nusakambangan isi nya penjara melulu dan perkampungan petugas penjara. Secara umum dapat dijelaskan di pulau Nusa Kambangan terdapat empat Lapas yang masih operasional, masing-masing Lapas Kelas I Batu (dibangun 1925), Lapas Kelas II Besi (dibangun 1929), Lapas Kelas II Kembang Kuning (tahun 1950), dan Lapas Kelas II Permisan yang tertua (dibangun 1908). Namun sebenarnya di Nusakambangan ada sembilan Lapas, namun lima di antaranya, yaitu Nirbaya, Karang Tengah, Timus Buntu, Karang Anyar, dan Gleger telah ditutup beberapa waktu lalu.
Dalam perjalanan, sempat pula kami dijelaskan bahwa baru baru ini telah juga di operasionalisasikan satu Lapas baru, yakni Lapas Terbuka. LP terbuka itu disiapkan untuk menampung narapidana dalam proses asimilasi dengan masyarakat. Di LP terbuka ini nantinya para narapidana akan dibekali dengan keahlian teknis tertentu agar mereka punya kemampuan cukup untuk memulai hidupnya setelah keluar dari tahanan. Di LP terbuka ini, hambatan fisik lapas akan dikurangi, tidak seperti LP biasa yang dikelilingi oleh tembok tinggi.
Juga dalam waktu dekat, akan diresmikan dua Lapas Baru, yakni; 1) Lapas Super Maximum Security (SMS)Pasir Putih yang telah dibangun di dekat Lapas Permisan dan diperuntukkan bagi pelaku kejahatan yang memerlukan pengamanan super ketat (termasuk napi dengan hukuman mati dan atau seumur hidup / bisa juga dari kasus kejahatan narkotika), dan; 2) Lapas khusus Narkotika yang telah dibangun di dekat Lapas Besi dan diperuntukan khusus bagi pelaku kejahatan narkotika. Sementara ini, Lapas Besi telah secara khusus di peruntukan untuk menampung narapidana dengan kasus narkotika. Selain itu, Lapas Batu juga masih menampung beberapa narapidana dengan kasus narkotika. Namun bila Lapas khusus Narkotika telah diresmikan, semua narapidana dengan kasus narkotika di lapas lain akan dipindahkan.
Memasuki Lapas Besi, kami diperkenankan untuk melakukan dokumentasi dan observasi terbatas. Saat kami keliling, ternyata pas dengan waktu para napi melakukan aktivitas di luar hunian sel. Berhubung kami berdua perempuan, maka animo para napi untuk kenalan menjadi tinggi (sambil gemeteran huhuhu....). Tapi untuk menenangkan kami, petugas menjelaskan bahwasanya napi kasus pidana narkotika lebih civilized dari napi-napi kasus pidana pembunuhan, dsb. Makanya mereka di pisah, napi yang serem2x saat ini banyak ditempatkan di Lapas Permisan, sedangkan napi teroris di tempatkan di Lapas Batu (dulu tetangga Tommy Suharto). Sempat pula kami dihampiri oleh seorang napi asal Nigeria yang adalah koordinator layanan gereja. Saat ngobrol, beliau mengaku sebagai terpidana mati kasus narkotika. Ia sudah malas minta remisi, tinggal menunggu eksekusi yang tak kunjung tiba sejak dua tahun terakhir. Berserah saja, katanya.... kalau mati ya mati... kalau hidup ya hidup.... tapi lelah juga kalau tdk ada kepastian. Di Lapas Batu malah ada terpidana mati dari puluhan tahun yang lalu yang belum juga di eksekusi (sebenarnya pemerintah niat gak siy ngasi pidana mati??)
Selain Lapas Besi, sempat pula kami mengunjungi Lapas Batu secara informal, namun tidak diperkenankan mendokumentasikan apapun. Sedangkan kunjungan ke Lapas - Lapas yang lain masih off -limit karena keterbatasan waktu dan karena koordinasi kunjungan yang hanya dilakukan kepada Lapas Besi. Maka berikut adalah foto2x dan sedikit laporan yang dapat dikonsumsi umum, sisanya ahem.... maaf, off the record.
pengayom: boat to Nskambangan 2 Comments
view from Pengayom 2 Comments
mosque & library 2 Comments
a stand by guard 2 Comments
|
 | nozqa wrote on May 27, '07 |
 | nozqa wrote on May 27, '07 kok ga ada name-tag-nya sih?
eh, disamarkan ya? :p |
 | iya noz... berhubung MP domain publik, gw gak mau nantinya memberatkan subyek poto atw memberatkan diri gw sendiri.... heheheh......
|
 | Waah elis...senang banget bisa kesana....jeles neh...hehehe... |
 | usep wrote on May 27, '07 ati-ati, lis. ntar betah tinggal di sana gimana? :) |
 | thanks for the story and the pics (fabs!). kalo diliat2 nama2 lapasnya kok rada bikin miris ya... pertama dan kedua sih masih biasa, batu dan besi. lah yang ketiga kok kembang kuning (nama area pemakaman di surabaya)?? udah gitu yang keempat perMISAN? cilokooooo... hehehhe.. |
 | keren...berasa tahun kapan gitu.... |
 | gak nyangka sudah tutup utk umum, temen gw dulu bebas kesana sampai bisa sesi foto narsis di Nusakambangan :-) |
 | prazz wrote on May 27, '07 gak dititipin apa2 kan yah ama penghuni sana?? ;p |
 | wihh ini tempat suting Prison Break kah? ada yang sekeren Michael Scofield nggak? :) |
 | hayah, jelesan gw kali sama yg baru pulang dr phuket niy.... ;p *minta oleh-oleh* |
 | heheheh, sekalian catper bee.....;p |
 | ahhahah.... betah kali ngeliatan mas mas nya yg pake seragam...... qiqiqiqiq.....ada yg berminat jadi ibu sipir?? |
 | hihihih.... nama nya serem serem yaaa.... sengaja kalii... |
 | iya tuh, telat bgt dateng nya gw.... semenjak tsunami dah ditutup.. hiks
|
 | iya ada yg nitip, prazz..... nitip salam buat lu... whekekekek
|
 | ampuun, hihihi...... jadi kapan kita ke bantaran ciliwung kampung melayu??
|
 | huahahah.... gak ada...... secara gw gak tau yg namanya Michael Scofield :(( |
 | Elis...trip-2mu selalu mengasyikkan dan seru yaaa... Kapan-2 mau juga ah ke Nusakambangan... |
 | ekkie wrote on May 28, '07 behind the bar nya menambah nuansa |
 | survey kesehatan yang okeh banget....:) |
 | exciting banget perjalanannya ya... |
 | Aduh.... ngiri deh Lis! Seru banget tuh kayaknya... Ga semua orang bisa dapet kesempatan yang sama.
|
 | kan skrg lu gw ajak ke yogya ;p |
 | thanks yuni ;p mau bezoek sapa di nusakambangan? |
 | ya mas, ini cuma mushala....gak bole poto huniannya jadi poto mushala aja.... |
 | seru deh.... heheheh.... apalagi kalo neng yulie ikut, pasti yg pada mw kenalan ngantriiiii |
 | ahh seandainya saja bisa ikutan... |
 | emangnya boleh ya pengunjung masuk ke Lapas?? |
 | next time kita jalan bareng yaa ;p |
 | pake ijin darling ... dibaca atuh neng cat-pernya ;p |
 | pengen uih... dah lama banget pengen |
 | miss... gue mendadak ada ajakan ke nusakambangan nih... mau tahu donk ijin ke lapasnya gimandang yahhhhh kamis besok nih brangkat hiehihiehi |
 | Lho ada kapelnya juga di sana ya
|
 | ha..ha ..gw yakin klo ketemu ga cukup sehari buat cerita2...cheerz buat ELIS!!! |
| |